"Don't be afraid of change... you may lose something good, but you may gain something even better (ง •̀_•́)ง "

Kamis, 12 April 2012

DAMPAK UU BHP TERHADAP PENDIDIKAN DI INDONESIA


Dalam melihat realitas pendidikan di negeri ini, pendidikan masih dijadikan lahan-lahan bisnis bagi para pemodal dalam dan luar negeri, itu membuat biaya pendidikan menjadi semakin mahal khususnya diperguruan tinggi, masyarakat miskin sudah jelas tidak bisa mengenyam pendidikan diperguruan tinggi yang memang biaya untuk masuk kedalamnya sangatlah mahal. Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah hanya melalui program belajar sembilan tahun ( sekolah menengah pertama ) mana janji pemerintah untuk memberikan pendidikan yang layak bagi rakyatnya seperti yang tertulis dalam UUD 45 dalam pasal 31 ayat 1, apakah pendidikan yang layak sudah rakyat Indonesia dapatkan sekarang, apakah cukup dengan pendidikan sembilan tahun masyarakat mampu menjadi masyarakat yang cerdas.
Sekarang pemerintah membuat Badan Hukum Pendidikan ( BHP ),UU BHP bukan jawaban dari masalah pendidikan yang membelit rakyat selama ini UU BHP malah akan membuat biaya pendidikan semakin mahal kedepan, Status BHP membuat biaya pendidikan menjadi lebih mahal itu pasti, karena dalam UU BHP itu sendiri pemerintah hanya memberikan 20 % untuk anggaran operasional pendidikan. Maka sudah pasti 80 % biaya operasional pendidikan akan di bebankan kepada mahasiswa (orang tua mahasiswa). Dampak mahalnya biaya pendidikan memang sudah terasa di kampus-kampus yang telah berbadan hukum BHMN. Seperti di kampus-kampus ternama di negeri ini. Lihat saja, kenyataan yang terjadi di kampus-kampus BHMN telah menyebabkan banyak orang tua mahasiswa yang mengeluh dengan mahalnya biaya pendidikan di perguruan tinggi dengan kata lain  Pengsahan UU BHP merupakan bentuk lepas tangannya pemerintah pada dunia pendidikan.
Disahkannya Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan oleh DPR, (17/12), memungkinkan suatu institusi pendidikan untuk dibubarkan karena alasan pailit. Selain itu, tidak ada kejelasan dari mana badan hukum pendidikan memenuhi sisa biaya pendidikan di luar tanggung jawab pemerintah.
Setelah suatu institusi dinyatakan pailit tadak tertutup juga bagi pemodal dalam dan luar negri untuk ikut berpartisipasi dalam BHP seperti yang ditulis dalam UU BHP pasal 41, yang artinya tidak tertutup kemungkinan bagi pemilik modal untuk mengeksploitasi pendidikan dinegeri ini.komersialisasi pendidikan akan terjadi,pemanfaatan pendidikan untuk kepentingan para pemodal juga akan terjadi, Bagai manapun bangsa kita tidak akan bisa bangkit dari kemelut kebodohan, rakyat Indonesia hanya akan dijadikan buruh bagi perusahaan-perusahaan asing. Cita-cita untuk menjadi bangsa yang cerdas tidak akan kita raih kalau pendidikan masih dijadikan lahan bisnis bagi pemodal karena watak yang akan dilahirkan dari program mereka adalah watak-watak buruh yang akan bekerja dan mengabdi untuk kepentingan mereka.
Masihkah kita berdiam diri melihat ketidak adilan ini, masihkah kita hanya pasrah menerima segala kebijakan yang tidak memihak kepada rakyat, bergerak sekarang tentang ketidakadilan ,sudah cukup bangsa kita dibelenggu dan dibodohi selama 32 tahun, sudah waktunya bergerak untuk memajukan dunia pendidikan di negeri, guna mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia.

Inikah Potret Negeriku..

Fenomena Yang Terjadi Pasca Perang Dingin


Hubungan Internasional Pasca Perang Dingin

Perang Dingin (Cold War) ditandai dengan pembagian blok yang kentara antara Blok Timur pimpinan Uni Soviet yang berhaluan komunis dengan blok Barat pimpinan Amerika Serikat yang menganut kapitalisme. Hubungan internasional pada kurun waktu sejak berakhirnya Perang Dunia II tak lepas dari kerangka Perang Dingin.         
Dominasi  Uni Soviet dan Amerika Serikat terhadap para sekutunya menyebabkan hubungan internasional sangat dipengaruhi kepentingan kedua negara adidaya.  Tidak mengherankan muncullah blok-blok aliansi yang lebih didasarkan pada persamaan ideologis.Hampir semua langkah diplomatik dipengaruhi oleh tema-tema ideologis yang kemudian dilengkapi dengan perangkat militer.  Pertentangan sistem hidup komunis dan liberal ini sedemikian intensifnya sehingga pada akhirnya perlombaan senjata tak dapat dihindarkan lagi karena dengan jalan menumpuk kekuatan nuklir itulah jalan terakhir menyelamatkan ideologinya.
Oleh karena itu di tengah pertentangan  Blok Timur dan Barat itulah muncul apa yang disebut Negara Non Blok. Indonesia menjadi salah satu pelopor berdiringa Gerakan Non Blok yang banyak menarik perhatian negara-negara yang baru merdeka sesudah 1945. Cina meskipun tergolong negara besar dan memiliki hak veto di Dewan Keamanan PBB, namun menjadi salah satu anggota GNB hingga kini. 
KEAMANAN REGIONAL
kondisi Kawasan Asia-Pasifik menunjukkan bahwa track perkembangannya cenderung belum memiliki arah yang jelas. Penyebabnya adalah peranan Amerika Serikat di kawasan ini. Sampai pada suatu level yang cukup signifikan, AS masih menjadi pemain utama arah kelanjutan peradaban Asia-Pasifik.”
Sekilas dipandang dari sisi pertahanan kawasan Asia Tenggara akan tiba masanya dimana negara-negara ASEAN akan bisa memposisikan diri terhadap masa depan sendiri tanpa campur tangan asing yang sering datang dan mempengaruhi perkembangan kawasan. Di sisi lain, selama ini ASEAN mampu untuk meredam berbagai gejolak yang akan timbul pada masing-masing negara yang memiliki potensi konflik. Ini setidaknya membuktikan bahwa anggota ASEAN boleh dikatakan berhasil memelihara perdamaian dan keamanan regional.
Pada umumnya, orang berpikir ASEAN harus berbuat lebih banyak untuk mengurangi krisis keuangan Asia Timur dan kekerasan yang penuh konsekuensi politik yang terjadi pada masing-masing negara di ASEAN seperti halnya juga di Indonesia. Oleh karena itu, boleh dikatakan bahwa selama beberapa tahun ke depan, ASEAN harus berubah jika ingin mengikuti perkembangan keadaan di Asia Tenggara dan Timur.
MASALAH EKONOMI-POLITIK INTERNASIONAL

Setelah perang dingin berakhir, komunis runtuh, Uni Soviet pudar dan blok komunisme hancur, AS akhirnya menghadapi musuh barunya; negara-negara Eropa. Kelompok politik dan kesatuan ekonomi ini telah menjadi musuh baru AS, sebab di satu sisi mereka memang mempunyai kemampuan untuk menyaingi AS dalam perdagangan dunia. Di sisi lain, negara-negara Eropa itu telah mulai bergerak untuk menggabungkan negara-negara Eropa Timur ke dalam Uni Eropa, setelah negara-negara itu melepaskan diri dari sosialisme, mengadopsi ide ekonomi Barat, dan menjalankan sistem kapitalisme.
Kejatuhan sistem Bretton Woods menjelaskan peran kontradiksi yang pertama yaitu antara ekspansi ekonomi global dan sistem mata uang yang masih melekat pada nation-state. Superioritas perekonomian AS hanya berhasil menopang sistem ini melawan kontradiksinya sendiri hingga akhir 1960an.

Sistem ini mulai goncang karena kemudian mengganggu kepentingan kapitalisme AS, meski awalnya didirikan untuk untuk menjamin kepentingan dagang AS itu sendiri. Serangan datang dalam bentuk kelimpahan (overhang) dollar AS di pasar internasional, yang telah melampaui ketersediaan emas di Fort Knox. Padahal ketersediaan emas inilah yang menopang nilai dollar AS. Jumlah dollar yang beredar di luar AS meningkat dari 5 miliar dollar AS pada 1951, menjadi 38,5 miliar pada 1968. Sementara cadangan emas AS yang hanya senilai 23 miliar dollar.

Rejim Bretton Woods gagal karena perkembangan luar biasa dari perdagangan dunia dan investasi global yang dihasilkannya tidak dapat diwadahi oleh sistem regulasi nasional. Setelah berbagai upaya mempertahanankan agar sistem ini tetap menguntungkan AS kandas, pada Agustus 1971, Nixon akhirnya mengkhianati Bretton Woods Agreement. Pada 1973, rejim nilai tukar mengambang (free floating system) dimulai.

HAK ASASI MANUSIA

penekanan Barat terhadap HAM akan mempengaruhi nada dan tekstur hubungan internasional pasca Perang Dingin.Menurut Kausikan, isu-isu HAM menyangkut soal upah, kondisi bekerja, serikat buruh, standar hidup, hak-hak wanita dan anak-anak, hiburan dan waktu cuti, keamanan dan tunjangan sosial serta lingkungan.  Ia melihat telah terjadi pemaksaan dari Barat untuk menentukan standar HAM yang seharusnya dilaksanakan negara-negara di Asia misalnya.
masalah yang menyangkut hak asasi manusia, dari sudut manapun ditinjaunya, akan memberikan dampak terhadap politik luar negeri suatu negara. Hal itu juga berarti bahwa kontak satu entitas politik dengan entitas lainnya akan mendapat bobot soal HAM ini.
Dalam kasus HAM dan juga demokratisasi sebagai contoh dapat dilihat bagaimana Uni Eropa dan Amerika Serikat bersikap terhadap Myanmar. Negeri yang pernah melakukan pemilu tahun 1990 yang dimenangkan Liga untuk Demokrasi pimpinan Aung San Suu Kyi ini terpaksa harus hidup dalam situasi darurat terus menerus.Untuk menjaga keadaan darurat itu, militer Myanmar membentuk apa yang dinamakan Dewan Pemulihan Hukum Negara dan Ketertiban (State Law and Order Restoration Council). Sampai tahun 1997, SLORC masih bertahan atas nama ketertiban negara. Melalui Konvensi Nasional sedang disusun konstitusi yang kemudian akan melahirkan pemilihan umum
DEMOKRASI

Tegaknya demokrasi sangat terkait dengan tegaknya komponen atau unsur dalam demokrasi itu sendiri. Komponen – komponen itu antara lain : negara hukum, masyarakat madani, partai politik, dan pers yang bebas dan bertanggung jawab.
pentingnya reformasi pertahanan dalam konteks demokratisasi politik, serta agenda reformasi pertahanan itu sendiri bagi Indonesia. Setidaknya ada dua alasan mengapa reformasi pertahanan negara menjadi suatu keharusan dalam demokrasi. Pertama, alasan prinsipil/normatif akibat perubahan politik ke arah demokrasi. Kedua, alasan praktis akibat adanya kebutuhan nyata dalam masyarakat transisi.
Bisa dikatakan bahwa Indonesia sangat berpotensi menjadi kiblat demokrasi di kawasan Asia, berkat keberhasilan mengembangkan dan melaksanakan sistem demokrasi. keberhasilan Indonesia dalam bidang demokrasi bisa menjadi contoh bagi negara-negara di kawasan Asia yang hingga saat ini beberapa di antaranya masih diperintah dengan ‘tangan besi’. Indonesia juga bisa menjadi contoh, bahwa pembangunan sistem demokrasi dapat berjalan seiring dengan upaya pembangunan ekonomi.
keberhasilan Indonesia dalam bidang demokrasi yang tidak banyak disadari itu, membuat pihak luar termasuk  asosiasi Internasional Konsultan politik (LAPC), membuka mata bangsa Indonesia, bahwa keberhasilan tersebut merupakan sebuah prestasi yang luar biasa. Prestasi tersebut juga menjadikan Indonesia sangat berpotensi mengantar datangnya suatu era baru di Asia yang demokratis dan makmur.

ISU LINGKUNGAN HIDUP

Lingkunan hidup adalah satu-satunya isu global yang mungkin bisa menyaingi isu terorisme. Dibalik dari dampaknya, penataan lngkungan hidup yang semrawut bisa memakan korban lebih besar ketibang aksi terorisme. Banjir, longsor, badai dan puting beliung adalah beberapa contoh bencana alam yang disebabkan adanya gangguan pada lingkungan hidup.
ada enam permasalahan lingkungan hidup yang harus ditemukan jawabannya.
  • Makanan: diperkirakan 1 dari 6 orang di dunia menderita kelaparan dan gizi buruk
  • Air: diperkirakan pada tahun 2025, dua pertiga orang di dunia akan mengalami krisis air yang parah
  • Energi: produksi minyak bumi mencapai puncaknya dan mulai menurun pada tahun 2010
  • Perubahan Iklim: tantangan terbesar adalah perubahan iklim, ang menyebabkan meningkatnya badai, banjir, kekeringan dan hilangnya spesies
  • Keanekaragaman hayati: Bumi yang sekarang telah memasuki tahap kepunahan spesies keenam terbesar
  • Polusi: bahan kimia berbahaya ditemukan di semua generasi baru dan diperkirakan satu dari empat orang di dunia terpapar polusi udara yang tak sehat
bila benar demikian, artinya sejak lima tahun lalu, prediksi hilangnya generasi dan hilangnya kehidupan telah dikumandangkan semakin kencang. namun tak jua ada upaya perbaikan pola konsumsi, khususnya di negara-negara utara. tidak adanya komitment Amerika Serikat dalam menurunkan emisi, merupakan sebuah gambaran yang sangat jelas dari upaya negara tersebut untuk mempercepat kehancuran bumi.

REFERENSI

  1. Sudarsono, Juwono , State of the Art Hubungan Internasional: Mengkaji Ulang Teori Hubungan Internasional dalam Perkembangan Studi Hubungan Internasional dan Tantangan Masa Depan. Jakarta, Pustaka Jaya, 1996.
  2. Mas’oed Mohtar, Ilmu Hubungan Internasional : Disiplin dan Metodologi. Jakarta, LP3ES, 1990
  3. www.google.com/pasca perang dingin
  4. www.google.com/keamanan regional
  5. www.google.com/demokratisasi pasca perang dingin
  6. http://beritasore.com/2007/07/30/asean-nantikan-konsensus-zona-bebas-nuklir-asean-2012/

PT INDOFARMA TBK


VISI DAN MISI PT INDOFARMA TBK

VISI

            Menjadi Perusahaan yang berperan secara signifikan pada perbaikan kualitas hidup manusia dengan memberi solusi terhadap masalah kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

MISI

Menyediakan produk & layanan yang berkualitas dengan harga terjangkau untuk masyarakat.

Melakukan penelitian & pengembangan produk yang inovatif dengan prioritas untuk mengobati penyakit dengan tingkat prevalensi tinggi.

Mengembangkan kompetensi SDM sehingga memiliki kepedulian, profesionalisme & kewirausahaan yang tinggi.


SAJARAH PT INDOFARMA TBK

            Cikal bakal PT. Indofarma dimulai pada saat didirikannya yaitu pada tahun 1918, dimulai dari pabrik kecil dengan fasilitas terbatas yang hanya dapat memproduksi beberapa jenis salep dan kasa pembalut, untuk memenuhi kebutuhan Rumah Sakit Pusat Pemerintah Belanda. Seiring dengan bertambahnya fasilitas produksi untuk tablet dan injeksi, pabrik kecil ini mulai dikenal dengan nama Pabrik Obat Manggarai. Selama perang dunia ke-dua, Takeda Jepang memegang kendali manajemen pabrik.

1918

Berdirinya PT. Indofarma (Persero) Tbk dimulai dari sebuah unit produksi kecil dari Rumah Sakit Pusat Pemerintah Belanda yang memproduksi beberapa jenis salep dan kasa pembalut.
1931
Mulai memproduksi obat-obatan berupa tablet dan injeksi dan mulai dikenal sebagai Pabrik Obat Manggarai setelah unit produksi dipindahkan ke Manggarai, Jakarta.
1942
Pemerintah Jepang mengambil alih dan dikelola oleh Takeda, Jepang.
1950
Pemerintah RI mengambil alih kembali dan mulai dikelola oleh Departemen Kesehatan.
1979
Pabrik Obat Manggarai berubah status menjadi Pusat Produksi Farmasi Departemen Kesehatan Republik Indonesia dimana bertugas untuk memproduksi obat untuk pemerintah.
1981
Pusat Produksi Farmasi Departemen Kesehatan Republik Indonesia berubah status menjadi Perusahaan Umum Indonesia Farma (disingkat Perum Indofarma), berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP) No. 20 tahun 1981.
1988
Mulai pembangunan pabrik di Cibitung, Bekasi Jawa Barat seluas 20 hektar yang berkapasitas besar dengan konsep Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)
1991
Aktivitas proses produksi di Jakarta dipindahkan ke pabrik baru, Cibitung, Bekasi Jawa Barat.
1993
Fasilitas produksi yang baru untuk produksi steril termasuk sefalosfurin dibangun.
1996
Perusahaan Umum Indonesia Farma berubah status menjadi PT. Indofarma (Persero), berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP) No. 34 tahun 1995.
Dan pada tahun 1996 tersebut juga mengakuisisi PT. Riasima Abadi Farma, sebuah produsen bahan baku farmasi.
1999
Pembangunan gedung “Extraction Plant” dan selesai awal tahun 2000.
2000
Pendirian anak perusahaan: PT. Indofarma Global Medika (IGM) yang bergerak di bidang distribusi dan perdagangan, sedangkan PT. Indofarma fokus terhadap manufaktur dan pemasaran. Perusahaan juga mendapatkan Sertifikat ISO-9002 khususnya untuk Unit Produksi Steril.
2001
PT. Indofarma (Persero) berubah status menjadi perusahaan terbuka dengan nama PT. Indofarma (Persero) Tbk, dengan melakukan penawaran saham perdana sebesar 20% kepada masyarakat dan mencatatkan seluruh saham Perseroan di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya dengan kode saham INAF.


PROFIL

PT. Indofarma (Persero) Tbk
Berkedudukan di Jakarta

Pembentukan Perusahaan
Tanggal  2 Januari 1996

Bidang Usaha
Industri farmasi dan alat kesehatan

Alamat
Kantor Pusat dan Pabrik
Jalan Indofarma No.1
Cikarang Barat - Bekasi 17530
Telepon                       (021)-88323971
Faksimili                      (024)-88323972–73
http://www.indofarma.co.id

Kantor Komersial
Jalan Tambak No.2
Kebon Manggis, Matraman
Manggarai, Jakarta 13150
Telepon     (021)-8590 8350
Faksimili    (021)-857 4503, 851 7223

Leadership and Governance

Dewan Komisaris
Komisaris Utama/Independen
Prof. DR. Dr. H. Azrul Azwar MPH
Komisaris
Drs. Mochamad Ichsani, MM
Komisaris
dr. H. Chalik Masulili, MSc
Komisaris Independen
dr. Nizar Yamanie Sp.S(K)


Dewan Direksi
Direktur Utama
P. Sudibyo
Direktur Keuangan
 Djakfarudin Junus
Direktur Umum & SDM
 Deden Edi Soetrisna
Direktur Pemasaran
Elfiano Rizaldi
Direktur Produksi
 Yuliarti R. Merati


Komite Audit
Ketua
Prof. DR. Dr. H. Azrul Azwar MPH
Sekretaris
 Drs. Warga Murad
Anggota
Drs. Muhammad Asawir Harahap, Ak
Anggota
Purwadi, AK.,M.M.


Komite GCG dan Komite Remunerasi & Nominasi
Ketua
Prof.DR.Dr.H. Azrul Azwar MPH
Anggota
Drs. M. Dwidjo Susono, Apt.,SE


Corporate Secretary
Isakayoga,C.H.
Telp.
(021) 88323975; 85908350
Fax
(021) 88323972/73; (021) 8574503
E-mail:


Corporate Social Responsibility

PT Indofarma Tbk memiliki tiga kebijakan utama dalam melakukan CSR, yaitu:
1. Membangun tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).
Perseroan senantiasa memberikan perhatian kepada kualitas sumber daya manusianya. Mempertahankan integritas karyawan dan manajemen menjadi hal yang sangat penting. Selain itu, pengembangan sistem pengendalian intern yang berkesinambungan dan pengawasan yang melekat terhadap pelaksanaannya, merupakan prioritas bagi Perseroan. 
2. Melakukan komunikasi yang interaktif dengan pihak-pihak yang berkepentingan (Stakeholders).
Perseroan membangun komunikasi yang interaktif melalui beberapa jalur komunikasi seperti website, majalah internal, serta tatap muka manajemen & karyawan berupa apel bulanan.
3. Memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat luas.
Perseroan secara bertahap telah mencoba mengembangkan bakti sosialnya kepada masyarakat. Beragam bidang dan strata sosial telah dijangkau oleh kegiatan sosial Perseoran, seperti bidang kesehatan (donor darah bersama PMI dan sunatan gratis), bidang pendidikan (pemberian beasiswa pendidikan formal), bidang kesejahteraan (bantuan bagi korban bencana), dan lain-lain.

MENUJU KESEJAHTERAAN BERSAMA
Komunitas sosial, terutama di sekitar pabrik dan kantor, merupakan stakeholder yang sangat penting untuk masa depan sebuah perusahaan. Karena itu, Indofarma selalu berupaya mengidentifikasikan diri sebagai bagian dari komunitas sekitar. Salah satu caranya adalah melalui kegiatan community development.
Sejak 1991, Indofarma selalu menyisihkan dana untuk menjalankan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL, dulu bernama PUKK atau Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi). Untuk Program Kemitraan, sampai dengan 31 Desember 2008, realisasi dana yang tersalur dalam bentuk pinjaman mencapai Rp15,47 miliar dan berupa hibah Rp3,16 miliar. Dari pinjaman yang diberikan, Rp3,00 miliar atau 19,3% bermasalah.
Sepanjang 2008, tersalur dana dalam bentuk pinjaman modal sebesar Rp1,17 miliar, meningkat 21,9% dibanding pinjaman modal pada tahun sebelumnya yang hanya Rp0,96 miliar. Selain itu, Indofarma juga menyalurkan dana dalam bentuk hibah (Rp23,50 juta, dengan biaya operasional Rp49,30 juta) dan Bina Lingkungan (Rp22,50 juta, dengan biaya operasional Rp1,17 juta).
Sejak 1991 itu, Indofarma telah melakukan pembinaan terhadap 1.274 Mitra Binaan. Di antara Mitra Binaan, 926 bergerak di bidang perdagangan dan sisanya di bidang industri manufaktur (45), jasa (50), pertanian, (93), peternakan (8), perikanan (1), dan lain-lain (dalam bentuk koperasi, 151). Sampai dengan 31 Desember 2008, 563 Mitra Binaan telah selesai dibina.
Untuk Program Bina Lingkungan, pada 2008 Indofarma memberikan bantuan obat-obatan melalui program BUMn Peduli senilai Rp11,00 juta. Kegiatan sosial lain yang dilakukan Indofarma adalah pemberian bantuan alat kesehatan dan MP ASI (Makanan Pendamping air Susu Ibu) untuk keluarga pra-sejahtera. Selain itu, Perseroan juga memberikan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dan beasiswa kepada 16 murid SD dan SMP yang berprestasi dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi di sekitar Perusahaan.
Indofarma memiliki kepedulian khusus terhadap pendidikan nasional. Sejak lama di kenal sebagai teaching factory, setiap tahun Perseroan menerima puluhan pelajar dan mahasiswa magang, terutama di Pabrik yang juga merupakan lingkungan Kantor Pusat. Yang lebih membanggakan, pelajar dan mahasiswa yang magang berasal dari sekolah dan perguruan tinggi terkemuka di seluruh nusantara, bukan hanya dari Jakarta dan sekitarnya.
Guna memantapkan posisi Indofarma di pasar produk herbal, Perseroan meluncurkan Biovision Gold. Selain varian terbaru produk herbal yang telah diterima luas ini, pada 2008 Indofarma juga meluncurkan lima produk Obat dengan nama Dagang (OND) lain yang dapat diharapkan akan mengurangi ketergantungan bisnis Perseroan terhadap produk obat generik (OGB).

Tanggungjawab Sosial Perusahaan
Menuju Kesejahteraan Bersama
Komunitas sosial, terutama disekitar wilayah usaha perusahaan, merupakan stake holder yang sangat penting untuk masa depan sebuah perusahaan. Indofarma selalu berupaya mengaktualisasikan diri sebagai bagian dari komunitas sekitar. antara lain melalui kegiatan community development. Ada tiga program yang dapat dilakukan: CSR yang wajib dilaksanakan oleh perseroan yang dananya dibiayakan oleh perusahaan sesuai UU No 40 tahun 2007, Program Kemitraan dan Bina Lingkungan merupakan alokasi laba setelah pajak maksimum 2% untuk kemitraan dan maksimum 2 % untuk Bina Lingkungan, keduannya  mengacu Per Men BUMN No 05/MBU/2007, dan masih banyak program bakti sosial yang dilaksanakan oleh karyawan.
Program community development yang dibiayakan perusahaan berupa program kemitraan kepada poskesdes (Pos Kesehatan Desa) Desa siaga di beberapa Kabupaten di Jawa, sudah tersealisir di Kab. Karanganyar 100 Desa Siaga, masing-masing dibantu modal Rp 500.000, sehingga hibah berjumlah Rp 50.000.000,- berupa obat serbu (serba seribu), sebagai modal awal, selanjutnya hasil penjualan dibelikan lagi dan bergulir terus.
Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang dulu bernama PUKK atau Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi. Dana yang disisihkan tahun 1989-2001 sebesar Rp. 9.361.298.177,- telah disalurkan kepada 1.219 unit mitra binaan dalam bentuk pinjaman modal sebesar Rp. 13.276.050.000,-, hibah kemitraan sebesar Rp. 1.356.537.345,- dan hibah bina lingkungan sebesar Rp. 2.291.749.429,-. Untuk penjaminan Kredit Usaha Mikro Layak Tanpa Agunan (KUMLTA) di Bank Mandiri sebesar Rp 1.027.000.000,-. Operasional kemitraan Rp 353.385.115,- dan operasional Bina lingkungan Rp 9.458.286.-
Dari 1.219 unit mitra binaan PKBL PT. Indofarma, Tbk tercatat 519 unit mitra binaan yang telah selesai dibina, sedangkan sisanya yang masih menjadi mitra binaan sebanyak 700 unit. Diantara mitra binaan 871 bergerak di bidang perdagangan, sisanya di bidang industri 45, jasa 49, pertanian 88, peternakan 8, perikanan 1 dan lain-lain termasuk koperasi 157. Jumlah dana yang telah disalurkan, telah diterima pengembalian pokok pinjaman sebesar Rp. 8.874.871.298,- dan bunga pinjaman sebesar Rp. 605.238.758,-. Sampai dengan 31-Desember-2007, tercatat saldo piutang mitra binaan sebesar Rp. 4.662.062.160,- terdiri dari angsuran pokok Rp. 4.401.178.702,- + angsuran bunga Rp. 260.883.458,-.
Program Kemitraan khusus tahun 2007 telah menyalurkan untuk pinjaman modal sebanyak 45 unit UKM  yang tersebar di 4 Propinsi yakni Jabar, Jateng, Jatim, dan NTB sejumlah Rp 960.000.000,-. Untuk pelatihan mitra binaan sebesar Rp 32.938.000,-. Program Bina Lingkungan pada tahun 2007 telah memberikan bantuan banjir Manggarai dan Bekasi Rp 6.500.000,-, pelatihan remaja putus sekolah dan ibu-ibu sekitar perusahaan Rp 12.550.000,-,  sunatan masal Rp 7.500.000,0 dan bakti sosial menjelang lebaran di Cibarusah Bekasi Rp 7.500.000,-.
VALUE

1.Compassionate

Respectfor People
Mengakui kemampuan untuk berprestasi. Menghargai integritas, pengetahuan, inovasi, keahlian serta perbedaan. Menjunjung nilai kerjasama tim. Mendengar dan menganalisis sebelum bertindak. Secara aktif mencari dan menghargai kontribusi orang lain. Memberikan kesempatan untuk membangun diri dan berkembang. Membantu kesulitan karyawan.

Cooperative
Memahami bahwa sukses kita adalah hasil dari kerjasama. Selalu terbuka dalam komunikasi dan berbagi pengetahuan serta membangun semangat/budaya tim. Menghindari unsure kepentingan dan batasan personal/departemen untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan lebih baik.

Fairness
Memutuskan dan bertindak berdasarkan kepentingan bersama dalam mencapai visi perusahaan. Memberikan karyawan kesamaan kesempatan dan penghargaan berdasarkan nilai yang mereka berikan kepada perusahaan.

2.Professional Integrity
Menjunjung tinggi nilai etika dan standar professional, serta kontribusi untuk menghasilkan produk dan proses dengan kualitas yang tertinggi.

Commitment:
Menetapkan secara jelas atas tujuan, komitmen, sasaran, rencana dan lainnya kepada seluruh karyawan dan terutama kepada konsumen. Bertanggung jawab atas kesuksesan dan kegagalan dan senantiasa memperbaiki kesalahan. Kita tidak mengijinkan adanya negative energi atau alas an lainnya.

Strive for Excellence
Mengusahakan perkembangan yang terus menerus dalam perbaikan kinerja dan menjadikan setiap karyawan menjadi ahli dan bertanggung jawab pada bidangnya. Menciptakan dan membangun nilai tambah di dalam semua kegiatan. Mengukur hasil secara hati-hati. Bersama mencapai tujuan jangka pendek, menengah dan jangka panjang dengan selalu menghormatinilai perusahaan.

3. Entrepreneurial Visionary
Menjadi pemimpin yang mempunyai keberanian untuk memvisikan dan menerima perubahan. Menetapkan tujuan, ambisi serta mempunyai keyakinan dan penyelesaian masalah. Memotivasi staf dengan keteladanan dan memberikan dukungan serta keberanian kepada yang lain untuk berinisiatif.
Innovation
Inovasi adalah kunci utama untuk mewujudkan visi Indofarma. Dilakukan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan meningkatkan profit. Menerapkan proses/metode yang baru dan efektif, didukung oleh kerjasama tim dan kemitraan dan selalu berorientasi pada solusi yang inovatif. Menjunjung prinsip keterbukaan dan perbedaan ide yang terjadi.

Customer Focus
Bertanggungjawab atas konsumen dengan selalu melakukan upaya dan komitmen untuk mengidentifikasi, mengerti dan melayani kebutuhan konsumen dengan menyediakan produk yang inovatif, berkualitas dan harga terjangkau serta tersedia untuk masyarakat.

ASET / MODAL

Dari jumlah NWC PT Indofarma,Tbk. terjadi penurunan pada tahun 2008.Ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan modal kerja bersih. Sedangkan dari tahun 2004 sampai 2007 cenderung terjadi peningkatan.Semakin kecil jumlah NWC yang dimiliki maka semakin besar resiko yang dihadapi perusahaan karena jika semakin besar NWC maka semakin likuid keadaan perusahan tersebut.
Kondisi yang sama juga terjadi pada NOWC PT Indofarma,Tbk.Dari tahun ketahun NOWC yang dimiliki semakin menurun. NOWC merupakan aktiva lancar dikurangi kewajiban lancar yang tidak dikenakan bunga dan seringkali terdiri dari kas dan sekuritas, piutang dan persediaan, dikurang hutang dagang dan kewajiban akrual. NOWC digunakan untuk melihat bagaimana hutang lancar digunakan untuk, membiayai aktiva lancar. Faktor penting yang cukup mempengaruhi adalah jumlah pembelanjaan jangka pendek yang terbatas.
NOWC PT Indofarma,Tbk mengalami penurunan dari tahun ke tahun.Hal ini menunjukkan semakin menurunnya kemampuan perusahaan dalam mengelola aktiva lancar dan hutang lancar dari tahun ke tahun sehingga menyebabkan modal kerja untuk kegiatan operasi yang dimiliki dari tahun ke tahun pun semakin sedikit. Hal ini dapat berpengaruh pada profitabilitas perusahaan, karena semakin sedikit modal kerja operasi yang dimiliki semakin terbatas pula kemampuan perusahaan untuk melakukan kegiatan operasinya.
Secara garis besar, dengan melihat kondisi NWC maupun NOWC PT Indofarma,Tbk yang dari tahun ke tahun membaik,meskipun terjadi sedikit penurunan di periode 2008.Dimana hal ini mengartikan bahwa jumlah aktiva lancar yang dimiliki pada tahun 2008 ternyata tidak cukup besar untuk menutup hutang lancarnya, maka dapat dikatakan PT Indofarma,Tbk berada pada tingkat keamanan (margin or safety) yang kurang memuaskan. Hal ini tentu harus mendapat perhatian yang lebih oleh managemen perusahaan PT Indofarma,Tbk sebab bila perusahaan tidak dapat mempertahankan ”tingkat modal kerja yang memuaskan” , maka akan ada kemungkinan.
perusahaan dapat berada dalam keadaan insolvent (tidak mampu membayar kewajiban- kewajiban yang sudah jatuh tempo), dan bahkan mugkin terpaksa harus dilikuidasi (bangkrut).
CCC (Cash Convertion Cycle) dari suatu perusahaan merupakan jangka waktu yang diperlukan sejak perusahaan mengeluarkan uang kas untuk membeli bahan-bahan mentah sampai dengan pengumpulan hasil penjualan barang jadi yang dibuat dengan bahan mentah tersebut.Semakin singkat siklus konversi kas maka hal ini akan memperlancar kegiatan operasi perusahaan.
Pada Siklus konversi kas di PT Indofarma,Tbk dari tahun ke tahun semakin panjang, hal ini menyebabkan jumlah kas yang dimiliki semakin sedikit yang dapat digunakan untuk modal kerja perusahaan, sehingga semakin tinggi pendanaan eksternal dan semakin besar biaya yang
dibutuhkan.
Siklus konversi kas dapat dipersingkat dengan cara:
1. Mengurangi periode persediaan dengan memproses dan menjual barang secara lebih cepat.
2. Mengurangi periode penerimaan piutang dan mempercepat penagihan
3. Memperpanjang periode penangguhan hutang dengan memperlambat pembayarannya.
NWC / modal kerja bersih merupakan selisih antara aktiva lancar dengan hutang lancar.Dari hasil NWC tersebut dapat diketahui bahwa aktiva lancar yang dimiliki perusahaan tidak mampu menutupi hutang lancar yang dimiliki.
Kondisi yang sama juga terjadi pada NOWC PT Indofarma,Tbk.Dari tahun ketahun NOWC yang dimiliki semakin menurun.Hasil ini menunjukkan semakin menurunnya kemampuan perusahaan dalam mengelola aktiva lancar dan hutang lancar dari tahun ke tahun sehingga menyebabkan modal kerja untuk kegiatan operasi yang dimiliki dari tahun ke tahun pun semakin sedikit.
BUMN Executive Breakfast Meeting
BUMN Executive Club (BEC) kembali mengadakan acara rutin BUMN Executive Breakfast Meeting pada tanggal 18 Juli 2007 di Ritz Carlton Hotel, Jakarta. Agenda tetap yang diselenggarakan sebulan sekali ini menjadi giliran BUMN Farmasi selaku panitia penyelenggaranya. Maka PT Indofarma Tbk, PT Kimia Tbk, PT Bio Farma dan PT Phapros Tbk yang tergabung dalam Forum BUMN Farmasi bekerjasama dalam menyelenggarakan acara tersebut. Hadir dalam acara tersebut Menneg BUMN Sofyan Dajalil dan Menkes Siti Fadillah Supari, Ketua Komisi VI DPR Didik J. Rachbini beserta para Direksi dan Komisaris BUMN dari berbagai sektor usaha. Acara yang dihadiri kurang lebih 200 undangan tesebut selain berisi sambutan dan arahan dari Menneg BUMN dan Menkes, juga sekaligus dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepakatan antara BUMN Farmasi dan BUMN lainnya.
Pada awal acara, Syamsul Arifin, ketua Forum BUMN Farmasi, yang juga Dirut Indofarma,  menuturkan acara itu bertujuan untuk membangun sinergi di kalangan BUMN terutama BUMN farmasi serta meningkatkan kinerja dan ketahanan BUMN farmasi di tingkat nasional dan regional di tengah era persaingan yang makin ketat saat ini. Dalam sambutannya Menkes menegaskan bahwa BUMN sesuai namanya adalah lembaga milik negara, bukan milik swasta, sehingga sudah seharusnya menjadi pendukung program-program pemerintah. Dengan demikian BUMN selain mencari profit, juga harus berorientasi pro rakyat. Contohnya BUMN farmasi haruslah berfungsi  menjadi stabilisator harga obat, agar harga obat tidak melangit hingga sulit diakses  rakyat. Menkes menegaskan belakangan ini ia telah meluncurkan beberapa program pro rakyat seperti Askeskin, obat rakyat murah berkualitas, dan apotik rakyat.  Perlu diketahui bahwa PT Indofarma adalah produsen pertama obat rakyat murah berkualitas yang juga dikenal sebagai obat serbu (serba seribu).
Sementara Menneg BUMN memberikan dukungan penuh pernyataan Menkes bahwa BUMN harus pro rakyat. Untuk menindaklanjuti pernyataan tersebut diperlukan pemetaan masalah secara komprehensif dari hulu sampai hilir, termasuk soal regulasinya. Untuk itu ia berharap kalangan Direksi BUMN lebih sering melakukan forum diskusi yang akan melahirkan strategi bersama.  Dalam acara tersebut juga telah dilakukan penandatanganan Nota Kesepakatan antara BUMN Farmasi dengan BUMN lainnya dalam rangka komitmen pelaksanaan CSR (Corporate Social Responsibility) yang disaksikan oleh Menkes dan Menneg BUMN.
KEUNTUNGAN

RUPST : INAF Raih Laba Rp 11 Miliar di 2007

RUPST PT. Indofarma Tbk Tahun Buku 2007
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Indofarma, Tbk (INAF) untuk tahun buku 2007 telah dilangsungkan pada 28 Mei 2008 di Hotel  Century Park, Jakarta.  RUPST  tersebut  dihadiri para Direksi, Komisaris, para pemegang saham serta  lembaga dan profesi penunjang yang terdiri dari Notaris Imah Fatimah, SH, Akuntan Publik HLB Hadori & rekan, serta Biro Administrasi Efek PT. Datindo Entrycom.
RUPST INAF itu dihadiri atau diwakili oleh para pemegang saham atas kuasa yang sah  sebanyak 2.500.911.500 saham  atau 80,69 % dari jumlah seluruh saham yang dikeluarkan oleh perseroan termasuk didalamnya saham seri A (dwiwarna). Dengan demikian  RUPST dan keputusan yang diambil di dalam RUPST tersebut sah karena sesuai dengan  pasal 26 anggaran dasar perseroan yang menyebutkan RUPST harus dihadiri paling sedikit 2/3 bagian dari seluruh saham yang dikeluarkan oleh perseroan.
RUPST tersebut memuat 6 agenda pembahasan seperti terangkum  di bawah ini. Agenda pertama berisi persetujuan Laporan Tahunan Direksi Perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2007 dan persetujuan Laporan Kegiatan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) untuk Tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2007. Agenda yang kedua berisi pengesahan Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2007 serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada dewan Komisaris dan Direksi Perseroan atas tindakan pengawasan dan pengurusan yang dilakukan untuk Tahun Buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2007 serta pengesahan Laporan Keuangan PKBL untuk Tahun Buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2007.
Agenda yang ketiga adalah Penetapan Penggunaan Laba Bersih Perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir pada  31 Desember 2007. RUPST menyetujui laba perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir pada 31 Desember 2007 sebesar Rp 11.076.807.048 seluruhnya  untuk menutup saldo laba per 31 Desember 2006 yang masih negatif sebesar Rp 104.541.284.259. Sehingga, saldo laba per 31 Desember 2007 menjadi sebesar negatif Rp 93.464.477.210. Dengan posisi saldo laba yang masih negatif ini, maka Perseroan belum dapat membagikan dividen di tahun buku 2007 ini.
Seperti diketahui bahwa sepanjang Tahun 2007, sejumlah prestasi telah diukir oleh beberapa pos keuangan di antaranya pertumbuhan penjualan yang signifikan sebesar 24% dari Rp 1,026 triliun menjadi Rp 1,273 triliun. Sedangkan industri farmasi nasional sendiri hanya tumbuh 9,2% pada tahun yang sama. Walaupun di pasar generik nasional, pertumbuhan yang terjadi minus 10.87%. Hal ini terjadi dikarenakan adanya penurunan harga OGB. Namun PT. Indofarma Tbk. tetap berkomitmen untuk menyediakan obat generik bagi masyarakat luas.
Beberapa pencapaian Perseroan di tahun 2007 antara lain: output dari produksi mengalami peningkatan khusus sekitar 20% serta Perseroan tetap mempertahankan posisinya sebagai leader di pasar obat generik nasional dengan pangsa pasar sebesar 22%. Selain itu ekspansi usaha di sektor institusi dan regular juga menghasilkan peningkatan penjualan sebesar 24% dibanding tahun lalu, yaitu mencapai Rp 1.2 trilyun. Secara umum terjadi peningkatan penjualan bersih produk Indofarma sendiri di tahun 2007 di regular dan di sektor institusi. Penjualan di regular meningkat dari Rp 260 miliar di tahun 2006 menjadi Rp 350 miliar di tahun 2007. Sedangkan penjualan produk Indofarma di sector institusi meningkat dari Rp.88.5 miliar di tahun 2006 menjadi Rp. 160 miliar di tahun 2007, berarti meningkat hampir 85%. Secara total produk Indofarma yang berhasil dijual di tahun 2007 mengalami peningkatan dari Rp 350 miliar menjadi Rp 510 miliar di tahun 2007.
Dari perspektif keuangan, struktur neraca juga menguat dibuktikan dengan meningkatknya aktiva secara signifikan dari Rp 686,94 miliar menjadi Rp 1,013 triliun. Peningkatan yang mencapai 45,6% ini disebabkan oleh kenaikan aktiva lancar dari Rp 563,17 miliar menjadi Rp 901,35 miliar, terutama pada komponen kas dan setara kas serta persediaan. Sedangkan kewajiban lancar juga menguat sangat signifikan sebesar 83,2% dari Rp 379,34 miliar menjadi Rp 694,92 miliar, terutama pada komponen hutang bank berupa kredit modal kerja yang mencapai Rp 179,85 miliar.
Oleh karena jumlah aktiva lancar jauh lebih besar ketimbang kewajiban lancarnya, maka posisi keuangan PT Indofarma Tbk sepanjang 2007 cukup likuid untuk menutup kewajiban jangka pendeknya. Apalagi, arus kas dari aktiva operasi juga positif dan naik cukup berarti 14% dari Rp 73,16 miliar menjadi Rp 83,44 miliar. Komponen aktiva lainnya yang meningkat tinggi adalah pos persediaan dari Rp 128,93 miliar menjadi Rp 203,02 miliar. Peningkatan sebesar 57,5% tersebut sebagai upaya perusahaan untuk mensiasati fluktuasi harga bahan baku. Kondisi tersebut diharapkan akan berpengaruh terhadap membaiknya kinerja perusahaan di Tahun 2008.
Agenda yang ke empat berisi penetapan gaji / honorarium berikut fasilitas dan tunjangan lainnya untuk anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan. RUPST juga menyetujui usulan Direksi dan Dewan Komisaris tentang gaji direksi dan Dewan Komisaris yang telah dihitung oleh Komite GCG, nominasi dan remunerasi Tahun Buku 2008 berdasarkan formula yang telah disepakati dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan Perseroan serta mempertimbangkan azas kepatutan/kepantasan. Dewan Komisaris juga diberikan wewenang untuk memberikan tunjangan dan fasilitas lainya bagi Direksi dengan memperhatikan kemampuan keuangan Perseroan.
Agenda ke lima berisi penunjukan  Akuntan Publik untuk mengaudit Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2008 dan penujukan Akuntan Publik untuk mengaudit PKBL Tahun Buku 2008.  RUPST menyetujui penunjukan Kantor Akuntan Publik HLB Hadori & Rekan sebagai auditor yang akan mengaudit Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir pada 31 Desember 2008 dan pengelolaan pelaksanaan PKBL untuk Tahun Buku 2008.
Agenda ke enam merupakan agenda terakhir yang membahas perubahan Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan Undang-undang 40 Tahun 2007 tentang perseroan terbatas. RUPST menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas serta peraturan perundang-undangan lainnya yang terkait, dengan jalan menyusun kembali seluruh anggaran dasar Perseroan. Serta memberi kuasa kepada Direksi Perseroan dengan hak substitusi untuk menyatakan kembali keputusan agenda ke enam mengenai Perubahan Anggaran Dasar dan menegaskan susunan pemegang saham dan susunan Direksi / Dewan Komisaris Perseroan dalam suatu akta Notaris tersendiri dan mengajukan permohonan persetujuan atas perubahan anggaran dasar tersebut serta memberitahukan perubahan data perseroan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan instansi-instansi terkait termasuk tetapi tidak terbatas untuk mengadakan perubahan dan / atau penambahan yang diperlukan guna mendapat persetujuan dari instansi yang berwenang.
Dalam paparannya, Direksi Perseroan juga menyampaikan beberapa resiko yang dihadapi antara lain: resiko pertumbuhan negative pasar generik dan resiko harga obat generik (regulasi). Dalam mengahadapi resiko tersebut Perseroan telah melakukan meningkatkan pertumbuhan produk OTC dan Branded serta melakukan pengelolaan portofolio produk dan melakukan penjualan secara bundling (mix sales).
Sedangkan dalam menghadapi resiko harga bahan baku, Perseroan telah mengadakan kontrak jangka panjang dengan produsen bahan baku yang memungkinkan perseroan melakukan negosiasi ulang persyaratan dan harga yang disepakati serta lebih kompetitif. Guna peningkatan mutu produk, Perseroan telah menyelesaikan persiapan renovasi fasilitas produksi dalam rangka memenuhi persyaratan current Good Manufacturing Practice (cGMP). Selain itu Perseroan juga senantiasa meningkatkan kualifikasi dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya di Bidang Produksi dan Pemastian Mutu serta melakukan pengujian ketersediaan hayati dan kesetaraan hayati (BA/BE) untuk beberapa formula produk obat.  (Disarikan dari Press Release Hasil RUPST INAF tahun buku 2007,yang dikeluarkan Corporate Secretary).
Indofarma Global incar pendapatan Rp800 miliar
Presiden Direktur Indofarma Ary Gunawan menjelaskan pasar healthy care cukup besar yaitu 33 juta dan 6 juta – 7 juta orang pada sektor swasta. BUMN ini menilai positif adanya sinergi 14 BUMN sehingga ke depan Indofarma dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan bisnis dan operasional serta memperoleh keuntungan yang besar.
Ary menuturkan Indofarma siap menghadapi pelaksanaan Asean Free Trade Agreement (AFTA). Kerjasama dengan PT Rajawali, PT IGS dan PT Kimia Farma merupakan bukti kesiapan Indofarma."Sudah ada 70 pabrik dan 1214 sales force. Jika ini bergabung, Indofarma akan memiliki jaringan yang bersatu, besar dan kuat," ujar Ary di sela-sela acara penandatanganan perjanjian kerja sama & MOU sinergi BUMN bertempat di kantor Kementrian BUMN sore tadi.

MOU Indofarma dengan PT Telekomunikasi pada layanan jaringan komunikasi data dan internet serta layanan e-apotik sore ini merupakan usaha yang dilakukan untuk mencapai keuntungan yang ditargetkan tersebut.

Sinergi antar BUMN didasarkan atas Peraturan Mentri Negara BUMN No 5 tahun 2008 tentang pengadaan barang dan jasa di lingkungan BUMN.
Ary menuturkan Indofarma sudah mempunyai 124 cabang di seluruh Indonesia, tahun ini akan meningkatkan pelayanan regular, menambah dan meningkatkan alat kesehatan serta laboratorium."Posisi kami akan ditopang dengan infrastruktur yang bagus, IT sudah online real time, sehingga jika akan laporan dapat menggunakan sms dan email," ucap Ary.

Indofarma Global Medika merupakan perusahaan hasil restrukturisasi PT Indofarma Tbk pada 2000. Anak usaha Indofarma ini berperan sebagai distributor dari produk-produk PT Indofarma dan perdagangan alat kesehatan.

Adapun PT Indofarma Tbk menargetkan penjualan bersih Rpl,4 triliun pada 2010, naik 27.27% dari target penjualan tahun ini Rp 1 J triliun ditopang oleh peningkatan penjualan obat dari program jamkesmas.

Omzet Obat Generik Terus Naik

Meski penjualan obat generik terus meningkat, volume penjualannya masih kecil sehingga belum mengancam pangsa pasar produsen obat bermerek.
JAKARTA - Kinerja perusahaan farmasi yang mengandalkan penjualan obat bermerek saat ini belum terpengaruh oleh meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan obat generik. Volume penjualan obat generik diperkirakan akan meningkat 5-10 persen setiap tahunnya.Direktur Pemasaran PT Kimia Farma Tbk Agus Anwar mengatakan untuk pasar farmasi di Indonesia, volume penjualan obat generik tahun ini baru sekitar 9 persen dari total potensi pasar penjualan farmasi nasional yang mencapai 37 triliun rupiah. Namun, omzet obat generik diprediksi akan terus meningkat setiap tahunnya.
"Saat ini masih kecil, namun penjualan obat generik akan terus meningkat hingga 5-10 persen ke depannya," ungkap Agus, Selasa (13/7).Agus menambahkan tahun ini, perseroan menganggarkan dana 800 miliar rupiah untuk belanja modal (Capex). Dari dana tersebut, 360 miliar rupiah untuk memproduksi obat generik dan 440 miliar rupiah untuk obat non-generik.Dia melanjutkan obat generik diproduksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menengah ke bawah dengan harga yang terjangkau, "jika masyarakat tidak memunyai uang cukup untuk membeli obat branded, dia bisa memilih obat generik. Jadi, semuatergantung pilihan masyarakat, namun sebetulnya obat ini memiliki kualitas yang sama dengan obat branded" jelas dia.
Seperti diketahui, pemerintah saat ini gencar mengampanyekan pemakaian obat generik di masyarakat. Mereka juga disarankan agar meminta dokter menuliskan resep obat generik.Terkait proyeksi kinerja hingga akhir tahun ini, pihaknya optimistis bisa mencapai penjualan hingga tiga triliun rupiah. Sedangkan laba bersih diproyeksikan bisa mencapai 60 miliar rupiah. "Kami optimistis karena saat ini sudah mengantongi kontrak senilai 600 miliar rupiah," katanya.Kontrak-kontrak tersebut berasal dari pemerintah yang terdiri dari tiga program, yakni program obat HIV/AIDS, obat demam berdarah, dan obat malaria senilai 150 miliar - 170 miliar rupiah. Selanjutnya, untuk program peningkatan gizi dan obat lainnya, masing-masing bernilai 50 miliar rupiah dan 150 miliar rupiah.

Selasa, 10 April 2012

Cara Memasang Google Translate Otomatis Blog

Terkadang pengunjung yang datang ke blog bisa saja dari berbagai Negara, untuk blog yang berbahasa Indonesia agar tulisan yang ada di blog bisa dipahami pengunjung blog yang datang dari Negara lain, ada baiknya untuk Memasang Google Translate. Dengan memasang translate google di blog, apabila pengunjung yang datang ke blog berasal dari Negara lain maka tulisan akan secara otomatis diterjemahkan ke dalam bahasa dimana berasalnya pengunjung blog tersebut.

Bagaimana Cara Memasang Google Translate Otomatis Blog? sebelum memasang mungkin masih ada yang bingung contoh penampakan translate google pada blog, kebetulan blog VALVEN ini sudah di pasang dan silahkan lihat gambar dibawah sebagai contohnya.
Cara Memasang Google Translate Otomatis pada Blog:

1. Klik Google Translate Tools


2. Jika sudah terbuka, “Step 1” pilih “add translation to the entire webpage”


3. Untuk “Step 2” pilih “Indonesia” jika tulisan di blog menggunakan bahasa Indonesia

4. Pada “Step 3” klik tulisan biru “Show Optional Settings", kemudian setelah terbuka pilih “all languages” dan untuk kolom “Display Mode” lebih baik pilih “Automatic” agar Translate Googlenya muncul secara otomatis.

5. Kemudian copy kode yang terdapat dalam kolom “Step 4” ke blog

6. Silahkan masuk ke blogger, pilih Rancangan –> Elemen Laman –> Tambah Gadget dan pilih HTML/Java Script, paste kode google translate yang sudah dicopy tadi di kolom Html/Java Script.

NB: untuk yang nomor ke-6 tutorialnya menggunakan dashboar versi lawas, untuk mengganti dashboard terbaru ke versi sebelumnya bisa klik Cara Mengganti Tampilan Dashboard Blogger


Read to: Sepeda Motor Injeksi Irit Harga Terbaik Cuma Honda dan Ultrabook Notebook Tipis Harga Murah Terbaik